Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts

Thursday, October 18, 2012

Kampus

Kalian yang menyandang gelar mahasiswa pada hari ini sesungguhnya adalah golongan yang beruntung, beruntung karena uang orang tua kalian bisa mengongkosi sumbangan gedung, sumbangan sukarela, dan bentuk sumbangan lainnya. Dan juga beruntung karena kalian bisa lulus dari ujian nasional.
                      

Friday, October 12, 2012

Refleksi Gerakan Mahasiswa


Postera crescam laude, saya akan bekerja untuk generasi mendatang
(Semboyan Universitas Melbourne)

Indonesia seharusnya berterima kasih kepada para mahasiswa dimasa lalu. Pada saat kondisi dan situasi masyarakat mengalami keresahan sosial (social unrest) yang memuncak, golongan mahasiswa yang sebelumnya “disia-siakan”, turun ke jalan untuk menuntut perubahan pada penguasa. Hal itu menciptakan premis mayor bahwa kemunculan gerakan mahasiswa ditandai dengan peristiwa sejarah tertentu, yang merupakan muara dari berbagai macam permasalahan. Kemunculan pemuda angkatan 1908, 1928, 1945, 1966, 1974, 1978, 1990 dan 1998 mengiringi kelahiran sebuah konstruk peristiwa historis tertentu yang menentukan perjalanan sejarah Indonesia.

Thursday, November 10, 2011

Demokrasi

Demokrasi adalah anak kandung dari reformasi, dia lahir dari proses persalinan yang sulit, dengan darah di kampus Trisakti, Atmajaya, dan berbagai sudut jalan Republik. Demokrasi melahirkan sebuah konstitusi yang mengatur kebebasan berpendapat, hak – hak individu terjamin, proses pemilihan langsung presiden  dan pergantian yang regular, dan berbagai hal yang melepaskan kita dari para Opsir Revolusi yang menjadi diktatoral. Tapi, setelah 12 tahun berjalan – mungkin tengah remaja, demokrasi mulai dipertanyakan.

Sunday, October 23, 2011

Sebuah Nota Pendek

Ada sebuah kecurigaan atau rasa was was, ketika golongan hadir menjadi momok, ketika kebenaran menjadi sebuah pemburuan yang sulit. Kita curiga setiap ada pembicaraan, perkumpulan, atau mungkin pergerakan “Jangan – jangan itu organisasinya si Anu, jangan – jangan si Anu mau jadi Presiden BEM, jangan – jangan si Anu . . . . . ”