Faisal kini muncul, kata ini
seolah menjadi altenatif di tengah kesemrawutan. Ia maju sebagai calon gubernur
DKI Jakarta. Bagi Faisal, politik adalah sebuah tugas sedih , berusaha
menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa. Terjun ke politik bukanlah
keinginan, tapi merupakan sesuatu hal yang tak terhindarkan, dan ini berlaku
bagi seluruh intelektual publik - seseorang yang dengan tulisan dan ucapannya
berbicara ke orang ramai, menjelaskan apa yang sebaiknya dan yang tak sebaiknya
terjadi bagi kehidupan bersama.
Wednesday, January 18, 2012
Sunday, November 20, 2011
Ketika Tak Ada Lagi Revolusi
Untuk para buruh di Papua, Jakarta, Palembang, dan seluruh pelosok Negeri. Kalian tidak sedang bermimpi, tapi justru tengah bangun dari mimpi buruk
Banyak sejumlah pemikir murung yang berbicara tentang manusia dan kehidupan, mereka berkata kini tak ada lagi harapan, manusia telah menjadi subyek. Kapitalisme telah merasuk kemana – mana pada abad ke-21 ini, segala lini kehidupan telah dirasuki ‘Sang Modal Besar’.
Monday, November 14, 2011
Globalisasi, Pancasila, dan Yang Lainnya
Kita sekarang hidup di zaman yang makin menyadari kemajuan teknologi. Lalu lintas global dibiarkan menembus garis perbatasan Nasional. Pertama – tama meluasnya informasi, lalu pergeseran nilai sosial, modernitas, kemudian kemajuan yang mempengaruhi ekonomi Negara. Globalisasi yang tak terbendung, dan memang tak bisa dibendung ini menghasilkan kontradiksi. Ia telah menjadi sebuah kehidupan sosial baru yang tidak selamanya baik dan memang tidak sepenuhnya buruk.
Thursday, November 10, 2011
Demokrasi
Demokrasi adalah anak kandung
dari reformasi, dia lahir dari proses persalinan yang sulit, dengan darah di
kampus Trisakti, Atmajaya, dan berbagai sudut jalan Republik. Demokrasi
melahirkan sebuah konstitusi yang mengatur kebebasan berpendapat, hak – hak individu
terjamin, proses pemilihan langsung presiden dan pergantian yang regular, dan berbagai hal
yang melepaskan kita dari para Opsir Revolusi yang menjadi diktatoral. Tapi,
setelah 12 tahun berjalan – mungkin tengah remaja, demokrasi mulai
dipertanyakan.
Sunday, October 23, 2011
Sebuah Nota Pendek
Ada sebuah kecurigaan atau rasa was
was, ketika golongan hadir menjadi momok, ketika kebenaran menjadi sebuah
pemburuan yang sulit. Kita curiga setiap ada pembicaraan, perkumpulan, atau
mungkin pergerakan “Jangan – jangan itu organisasinya si Anu, jangan – jangan si
Anu mau jadi Presiden BEM, jangan – jangan si Anu . . . . . ”
Subscribe to:
Posts (Atom)